Ads

PUBG Berhasil Kantongi 400 Juta Pemain dari Seluruh Dunia


PUBG Berhasil Kantongi 400 Juta Pemain dari Seluruh Dunia


GOSIP UNIK - PlayerUnknown's Battleground atau akrab disebut PUBG memang merupakan game yang paling populer saat ini yang dimainkan banyak orang.

Bahkan, Bluehole, pengembang game PUBG ini mengungkapkan game yang ber - genre battle royale tersebut sudah mengantongi jumlah pemain yang sangat banyak.

Dilansir Ubergizmo pada Rabu kemarin (20/6/2018), PUBG kini sudah memiliki hampir 400 juta pemain di seluruh dunia dari berbagai jenis platform.

Tak sampai disitu, Bluehole juga mengobral PUBG versi PC dengan diskon 33,33 persen. Diskon tersebut sudah termasuk Erangel dan Miramal serta map Sanhok terbaru.

Game PUBG sendiri baru saja dirilis secara global setelah sebelumnya dirilis dalam versi early access. Adapun jumlah 400 juta pemain tersebut berasal dari platform iOS, Android, PC, serta Xbox One.

Lewat PUBG, banyak gamer untuk perdana diperkenalkan dengan genre battle royale. Saking populernya, game dengan konsep serupa mulai bermunculan dan memadati tangga game yang memakan genre yang sama seperti dengan PUBG saat ini, salah satu game yang saat ini sedang diributkan oleh PUBG atas tuntutan hukum adalah Fortnite.

Meski sudah mengantongi sangat banyak pemain, nyatanya untuk saat ini popularitas PUBG kian menurun dan redup seiring berjalannya waktu. Dilansir Gameran, Kamis kemarin (07/06/2018), jumlah pemain konkuren PUBG di platform Steam mengalami penuruan dari angka puncaknya sebanyak 3,236,027 pada Januari 2018 lalu.

Angka terkini, selama 24 jam hanya ada sekitar 1,5 juta pemain PUBG yang online dan tercatat oleh Steam. Ini berarti hampir separuh orang bermain game tersebut secara teratur.

Tak cuma itu, jumlah rata rata pemain game PUBG pun juga mengalami penurunan sejak Januari kemarin, dengan hanya 854,115 pemain dalam 30 hari terakhir.

Terlepas dari hal tersebut, PUBG merupakan salah satu game PC paling populer dengan keuntungan yang cukup besar sampai saat ini.

PUBG Gugat Fortnite karena Langgar Hak Cipta




Kasus yang saat ini bisa dibilang sedang panas panasnya, adalah kasus gugatan hukum yang melibatkan pengembang game kembali terjadi. Kali ini, giliran game PlayerUnknown's Battleground (PUBG) yang di laporkan telah melayangkan gugatan hukum ke pengembang Fortnite.

Sekedar informasi, kedua game itu memang mengusung genre serupa, yakni Battle Royale. Namun, keduanya memang hadir dan muncul dengan waktu yang berbeda atau tidak sama. PUBG lebih bisa dikatakan sebagai senior atau pelopornya ketimbang Fornite yang baru saja muncul atau bisa disebut dengan juniornya.

Akan tetapi, kepopuleran kedua game itu kini sudah tak berbeda jauh, bisa dikatakan saat ini Fornite juga sudah mulai menyusul malahan saat ini bisa dikatakan berhasil mencuri perhatian lebih banyak pihak. Karena itu, PUBG pun dilaporkan mulai mengajukan gugatan ke Epic Games selaku pengembang Fornite.

Dikutip dari The Verge, Rabu kemarin (30/05/2018), gugatan tersebut dilayangkan oleh anak perusahaan Bluehole, pengembang asli PUBG, yang mengajukan gugatan ke Epic Games.

Gugatan itu terus di lapor kan melalui pengadilan wilayah Seoul, Korea Selatan. Berdasarkan laporan The Korea Times, gugatan dilayangkan karena Epic Games dianggap sudah melakukan pelanggaran hak cipta.

"Kami mengajukan gugatan untuk melindungi hak cipta kami pada bulan Januari," tutur seorang petinggi perusahaan yang tak ingin disebutkan namanya.

Sayangnya, tak dijelaskan lebih detail dan lanjut bagaimana bentuk pelanggaran secara jelas yang sudah dilanggar oleh Epic Games. Kendati demikian, dua game tersebut sebenarnya sama sama menggunakan Unreal Engine 4, yang dibuat dan dimiliki oleh perusahaan yang sama yaitu Epic Games.

Terlepas dari gugatan itu, kedua game memang tengah berada di puncak kepopuleran dari game game lainnya. PUBG kini telah rilis secara eksklusif di Xbox One dan berhasil terjual hingga 40 juta copy'an.

Disisi lain, Fornite juga berhasil meraih capaian serupa. Berkat konsep free-to-play, game ini telah meraup keuntungan yang cukup menggiurkan yaitu US$ 300 juta di bulan april saja.

Tak hanya itu, kedua game juga mulai menambahkan sistem aplikasi perangkat mobile. Keduanya juga disebu sebut akan meraup keuntungan dan kesuksesan serupa di platform mobile, mengingat angka para pemain yang semakin meningkat dan cukup besar.
SHARE

Livia

Hallo Pembaca Setia, Jangan Lupa Share Ya. Terima Kasih. Salam Gosip Unik.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image